Tampilkan postingan dengan label cerita tipis-tipis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita tipis-tipis. Tampilkan semua postingan

KATAMU ADA HARI YANG LEBIH BAIK?

Tak ada hujan yang ingin dijatuhkan untuk tanah yang tidak tepat. Tak ada pula yang menginginkan setiap hembusan angin memiliki cabang. Mungkin seperti merekalah perasaan yang aku jatuhkan untukmu. Sebelum engkau dimiliki oleh siapapun, bolehkah kita bertemu sekali lagi? iya, aku hanya akan menjelma udara untuk helai-helai halus rambutmu. Sungguh, aku hanya ingin jika jatuh cintaku kepadamu ini, serupa sehelai rambut yang tertinggal di bantal tidurmu. Sebab ia tanggal tanpa pernah menyakitimu dan tak pernah sekalipun membangunkan segala pejammu. Atau untuk kali ini saja, jika kamu tak punya waktu untuk menegaskan perasaanmu, biarlah tulisan ini yang meyakinkan jika pilihan baik akan jatuh pada kepala yang pandai mengingat.
Begini, sayangku.
Semoga kamu masih mengingat kapan pertama kali kamu membukakan pintu pagar rumahmu untukku. Semoga kamu pun masih mengingat suguhan apa yang kau tawarkan sebelum kita memulai obrolan. Iya, aku menuliskan ini dengan perasaan yang sangat tenang. seperti saat sebelum kamu mengetuk debar-debar di dalam dadaku. Aku, kini ialah hujan yang tak lagi membenci mendung karena menjatuhkannya. Sebab, jika boleh diulang, aku jatuh untuk membasahi segala sesuatu yang menurutku tepat untuk dibasuh.
Kelak, aku akan kembali menjadi tanah yang masih mengering. Sesekali kembalilah berpikir, mengapa takdir mempertemukan burung dengan ranting. Mengapa ia datang untuk hal yang menurutnya sia-sia. Suatu saat nanti, kamu juga akan menemukanku sebagai uap-uap pada secangkir kopimu. Kamu tak akan rela jika bibir indahmu melepuh ketika menyesapnya bukan?
Hari ini masih hari yang asing bagiku dan malam masih malam yang terlalu kelam untuk aku lewati seorang diri. Kemudian aku berpikir menjadi bara pada lidah seorang Musa untuk mencintaimu. Sebab ia tak pernah padam oleh ludah Musa, namun tak juga melepuhkan apa-apa. Jika saja jatuh cinta seperti itu, mungkin hingga detik ini kita tak akan pernah tahu sedalam apa seseorang mampu bertahan pada sebuah jembatan yang diciptakan tanpa berpegangan.
Bisakah suatu saat nanti kita makan malam berempat sambil mengobrolkan usia kehamilanmu? Tentu saja, kamu pun nantinya akan menanyakan hal yang sama kepada istriku. Sepertinya itu hal yang mungkin saja bisa kita lakukan. Dan tentu saja tanpa melukai seseorang yang kusebut istri dan dia yang kamu panggil suami.
Andai saja waktu bisa diulang, namun takdir menentukan hal yang lain. Aku pun tak ingin waktu terlalu ketat mengikat pergelanganku. Perjalanan ini masih panjang untuk aku lalui tanpamu. Aku percaya, iya, aku percaya seperti kamu mempercayai jika akan ada hari baik yang jatuh. Entah untukmu atau untukku. Lalu ingatanku seperti diseret ke entah beberapa waktu silam. Aku hanyalah camar yang belajar terbang ketika bersamamu, kamu mengajariku bagaimana cara mengepakkan sayap. Kamu mengajariku melawan ketakutan di atas bukit itu. Namun sayangnya, camar itu telah terbang meninggalkan sarang dan tak menemukan jalan pulang.
Sebelum engkau berjarak sejengkal dari kehilanganku, juga sebelum aku menemukan jalan menuju cahaya yang lain. Aku akan meninggalkan sebuah kesan yang baik untukmu. Aku terlanjur jauh dari rumah. Jika suatu saat kamu menemukan ranting lain yang lebih kokoh, ada satu hal yang akan aku tunjukkan kepadanya. Bahwa sesungguhnya kamu memang seseorang yang tepat untuk dimiliki. Terlepas dari aku sempat aku memilikimu. 
Setiap aku tanya mengapa?
Baju pemberianmu seolah mengatakan jika memang kamulah yang melekat, meski tanpa bisa aku ikat. Dan setiap aku melepaskannya, seakan kulitmu mengelupas dari tubuhku. Hingga sedalam itu apapun yang kamu beri mengingatkanku padamu. Alas sandal pemberianmu pun seakan memahami kepedihanku kehilanganmu. Mungkin ia yang akan menemani perjalananku melewati padang yang penuh duri ini. Sebab, aku yakin jika ia juga tak menginginkan kakiku melepuh bahkan oleh panas aspal jalanan.
Katamu ada hari yang lebih baik? Namun tak pernah lebih baik ketika aku bersamamu. Katamu akan ada pagi yang lebih sejuk? Namun tak pernah lebih menyejukkan dari tatapanmu
Jika sampai hari ini, masih ada udara yang membelai setiap gerahmu, mungkin ialah kerinduanku padamu. Jika malam ini masih ada hangat yang memelukmu lebih erat, mungkin ialah ingatanku. Dan jika hari ini masih ada aku di harimu, kelak aku akan datang dan mempertanggung jawabkannya.

Selamat malam, sayangku.
Mungkin langitmu masih abu-abu, namun aku tidak pernah ragu memilikimu. :))

-rend-

sedikit cerita tentang apa yang ada di kepalaku

pernah gak sih kalian berkhayal dan berharap bisa bertemu dengan orang yang kalian idolakan? dulu, ketika usia saya masih sekitar 13 tahunan, saya sering berburu apa saja yang berhubungan tentang idola saya. mulai dari poster di majalah, sampai jadwal konser mereka. bahkan saya mulai belajar bermain gitar agar bisa menyanyikan lagu-lagu mereka dengan maen gitar sendiri, seusiaku waktu itu, udah dibilang keren kalau bisa maen alat musik. hehehe.

mungkin kalian sekarang harus bersyukur karena internet, kalian bisa cari jadwal terupdate atau kegiatan apa saja yang dilakukan idola kalian. tanpa susah seperti saya dulu mencari informasi tentang idola.
masih ingat betul. pertama kali menonton konser idola saya tersebut. band yang dimotori oleh eross, dengan formasi masih lengkap duta, sakti, anton dan adam. pasti sudah tahu bukan band apa yang saya maksud? yap, sheila on 7. saya kumpulin duit jajan selama seminggu hanya untuk bisa menonton konser mereka, bisa kebayang kan gimana serunya saat-saat seperti itu?
awal tahun 1997 saya baru mulai bisa bermain gitar dan menyanyikan lagu mereka, single mereka waktu itu berjudul "kita"

mengidolakan seseorang sama halnya dengan pedekate-in gebetan, hehehe, kenapa? ya karena kalian pasti kepo sama apa saja tentang idola kalian. terlebih berupaya biar bisa deket sama idola kalian kan? nah, ini yang akan saya bagi sama kalian.

jadi begini, awal tahun 2011 saya membuat akun twitter, tapi karena masih tabu, saya biarkan saja akun tersebut. cuman buat punya-punyaan doang. kemudian memasuki awal tahun 2012 saya mulai aktif bersosial di sana. gatau apa aja yang saya tulis, yang pasti tulisan saya jijiki waktu itu. +__+

dari sebuah keisengan tersebut lah (maen twitter) saya bisa deket sama idola saya. salah satu vokalis dengan suara unik yang akhirnya hengkang dari band-nya dan memilih bersolo karir. namanya Erdianaji Prihartanto atau mungkin kalian lebih mengenalnya dengan sebutan Anji atau Manji. Siapa sangka karena sosial media twitter saya bisa deket dengan beliau. awalnya saya sering mention beliau (anggap saja caper ke gebetan) walau sering gak dibales. hehehe. ya, namanya juga usaha bro! #ppfffftt
di pertengahan awal 2012, saya masih ingat betul, waktu itu saya mention karena tahu kalau Manji perform terakhir kali sama band-nya waktu itu. tepatnya di depan poltek negeri malang.

dan lebih kagetnya lagi, mention saya dibales. seneng dong pastinya.. terus saya bales lagi, eh, ternyata udah gak dibales lagi sama Manji. Nyesek kan pastinya, kayak udah berharap, tiap malam teleponan eh tahu-tahu gebetan jadiannya sama yang lain. okeh, abaikan!

balik lagi ke cerita saya, sesampai di depan Poltek Negeri Malang saya mention lagi. tetep gak dibales, tapi..Manji kirim DM ke akun twitter saya, dia bilang "sini, kita ngobrol bentar."
malah lebih kaget lagi dong ya, wah, akhirnya cintaku terbalas. eh, salah fokus.
saya nunggu lama di samping bus. sambil nungguin balesan DM sih sebenernya. saya bilang kalau saya sudah di samping bus (gak bisa masuk bus karena di halangi bapak security yang galaknya kayak bapakmu).

dan siapa yang menduga, akhirnya Manji turun dari bus dan panggil nama saya. senengnya gak ketulungan waktu itu. akhirnya kami ngobrol-ngobrol seru di bus. gak cukup sampai di sini, saya masih terus sering kontakan. tiap dia ada perform selalu saya usahakan datang, ya, walaupun diijinin pacar dengan kalimat yang membunuh sih. oke, forget it!

nah, memasuki awal juni 2014. saya tahu kalau Dunia Manji Management sedang mencari #kruanji dan #fotograferanji. karena saya kurang mengerti soal jepret-jepret, akhirnya saya mengajukan diri sebagai kru. Dan saya ditelpon langsung sama Manji soal pengajuan diri saya itu. Sempat beberapa kali mikir, tapi akhirnya memutuskan untuk memantapkan hati menjadi salah satu bagian dari Dunia Manji Management. Gak pernah kepikir bisa satu mobil bareng idola saya, nah, ini saya malah bekerja sama dengan beliau. Allah Sungguh Maha Baik. and well.. saya bisa berada di sini, berkat support dan doa dari temen-temen dan keluarga juga.

Yang mau saya bagi di sini ialah, selama kamu senang melakukan sesuatu, iseng atau sekadar hobi, jangan pernah setengah-setengah melakukannya. Karena suatu hari nanti Allah akan kasih sesuatu yang baik dari keisenganmu itu. tapi, tulisan ini saya tulis bukan cuman iseng kok, sama seriusnya kayak perasaanku ke kamu.

semoga tulisan ini menginspirasi kalian ya gaes


.. thank's before. :))

~mardikarend~